Informasi-Realita.Net,Mojokerto – Polisi mengungkap modus pembobolan brankas di Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Mojokerto yang menyebabkan uang tunai senilai lebih dari Rp1,4 miliar raib. Dalam aksinya, para pelaku menggunakan linggis dan sejumlah peralatan lain untuk masuk ke lokasi hingga membongkar brankas yang menyimpan uang tersebut.
Waka Polres Mojokerto, Kompol Grandika Indera Waspada mengatakan, pencurian dengan pemberatan itu dilakukan dengan cara merusak jendela menggunakan linggis sebelum masuk ke ruangan tempat brankas berada. Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian melakukan pembongkaran terhadap brankas.
“Para pelaku merusak jendela dengan menggunakan alat berupa linggis. Setelah berhasil masuk ke tempat brankas, para pelaku merusak brankas dengan mencongkel menggunakan linggis dan peralatan yang lain,” ungkapnya di ruang Ththya Dharaka Lt 2 Gedung Sabhara Polres Mojokerto, Rabu (12/8/2026).
Setelah brankas berhasil dibuka, pelaku mengambil seluruh uang tunai yang tersimpan di dalamnya. Total uang yang dibawa kabur mencapai Rp1.416.133.900.
Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dengan peran berbeda. Sumarno (50), warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diketahui berperan menyediakan sarana transportasi berupa satu unit Toyota Avanza B 2859 KIH warna hitam. Ia juga menerima upah sebesar Rp30 juta dari aksi pencurian tersebut.
Sementara itu, Muis Afandi Tuarita (43), warga Maluku Utara, berperan sebagai eksekutor. Ia bertugas mengambil brankas sekaligus merusaknya menggunakan peralatan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Sedangkan Hendra (33), warga Ciamis, memiliki peran melakukan pengawasan di sekitar lokasi serta menjadi joki atau sopir kendaraan yang digunakan dalam aksi tersebut.
Hasil penyelidikan polisi menunjukkan komplotan lintas pulau itu diduga telah melakukan aksi serupa di sejumlah wilayah Indonesia dengan modus yang sama. Para pelaku terlebih dulu mencari lokasi sasaran melalui aplikasi dan Google Maps untuk menentukan tempat yang dianggap minim pengawasan.
“Mereka hunting dari aplikasi, tempat itu sudah pernah kebobolan apa belum. Jika sudah pernah, tidak melakukan di situ. Mereka cari lokasi yang dekat sawah karena modus masuk lewat sawah agar tidak kelihatan. Gedung itu dilihat dari Google map dan di jam pagi. Gampling aksinya, dampak juga tidak tahu,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldino Prima Wirdhan menambahkan, dari hasil penyelidikan polisi berhasil mengamankan uang sekitar Rp800 juta. Menurutnya, terdapat perbedaan antara jumlah uang yang dilaporkan korban dengan hasil penyelidikan sementara.
“Ada perbedaan jumlah yang dilaporkan dari pihak korban. Tersangka MAT mendapatkan Rp250 juta, sisanya dibagi rata. Uangnya sudah habis. Mereka komplotan profesional, beraksi tidak sampai 1 jam,” tambahnya.
Polisi melakukan penyelidikan awal berdasarkan rekaman kamera CCTV yang berada di lokasi kejadian. Hingga kini, penyidik masih mendalami perkara tersebut, termasuk menelusuri aliran uang hasil pencurian serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Selain itu, polisi masih memburu dua pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni MU dan SU.
Sejumlah barang bukti berhasil diamankan dalam pengungkapan kasus ini, di antaranya satu unit mobil Toyota Avanza B 2859 KIH warna hitam, sejumlah telepon genggam, kartu SIM, tas, uang tunai Rp5 juta, serta berbagai alat yang diduga digunakan untuk melakukan pembobolan.
Barang bukti peralatan tersebut meliputi dua buah linggis, satu obeng besar warna kuning hitam, lima obeng besar warna biru hitam, satu kunci L, dua obeng kecil warna kuning putih, satu obeng kecil warna orange hitam, satu cutter, satu tang potong, enam buah buff, dan sepasang sarung tangan merek Eiger warna hitam.
Polisi memastikan proses penyidikan masih berjalan untuk mengungkap seluruh jaringan komplotan pencuri tersebut serta memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat dalam aksi pembobolan brankas UAC Mojokerto.


