INFORMASI-REALITA.NET,SURABAYA – Ledakan dahsyat mengguncang kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi. Ledakan yang terjadi di Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi tersebut membuat warga dan pekerja di sekitar lokasi panik.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Suara ledakan terdengar sangat keras hingga sejumlah saksi menggambarkannya seperti suara bom. Dampaknya, bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan dan sejumlah kendaraan turut terdampak.
Berdasarkan pendataan BPBD Surabaya hingga Selasa siang, total terdapat 58 bangunan yang terdampak. Rinciannya 42 unit ruko dan 16 rumah hunian. Dari jumlah tersebut, empat ruko dan satu rumah mengalami kerusakan berat, sementara lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Selain bangunan, sebanyak delapan kendaraan juga dilaporkan rusak, terdiri dari tiga sepeda motor dan lima mobil. Sementara korban luka tercatat sebanyak lima orang dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis.
Polisi bersama Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur langsung melakukan pemeriksaan di lokasi. Hasil pemeriksaan sementara memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun unsur bom.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menyebut ledakan diduga kuat berkaitan dengan kebocoran gas LPG. Dugaan tersebut diperkuat keterangan saksi yang menyebut sebelum kejadian terdapat aktivitas memasak di dalam rumah makan.
Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi menjelaskan, karakter ledakan lebih mengarah pada fenomena BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion), yakni ledakan akibat tekanan gas yang terkumpul di dalam ruangan kemudian terpicu hingga menghasilkan ledakan besar.
Dalam olah TKP, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di area dapur ruko N1-62, di antaranya tabung LPG berkapasitas 50 kilogram, beberapa kompor gas satu tungku, selang instalasi LPG serta kipas angin.
Meski demikian, polisi masih berhati-hati dalam menyimpulkan penyebab pasti ledakan. Tim Bidlabfor Polda Jatim masih melakukan analisis terhadap barang bukti dan kondisi TKP untuk memastikan sumber api maupun pemicu ledakan.
Saat ini penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga terus mendata dampak kerusakan serta memastikan kondisi para korban yang mengalami luka akibat peristiwa tersebut.


