- Informasi-realita.net, PONOROGO –– Aksi pencurian tak biasa terjadi di tepi Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, tepatnya di Dukuh Krajan, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sebuah trafo listrik dibobol hingga bagian dalamnya, termasuk kumparan dan lempengan komponen, diambil pelaku.
Pencurian tersebut terjadi pada Jumat (4/9/2026) dini hari. Lebih dari empat orang diduga datang menggunakan mobil dan membongkar trafo yang berada di dekat SDN 2 Tugurejo, sekitar 200 meter ke arah barat.
Dikira Petugas PLN Tengah Perbaiki Jaringan
Kepala Desa Tugurejo, Siswanto, mengatakan aksi tersebut sempat luput dari kecurigaan warga. Para pelaku bahkan terlihat naik ke tiang untuk membongkar trafo.
“Iya trafo pinggir jalan jalan itu lo mbak. Dekat SDN 2 Tugurejo, agak ke barat dikit 200 meter yang dicuri,” ungkap Kepala Desa Tugurejo, Siswanto, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Siswanto, warga yang melintas justru mengira orang-orang tersebut merupakan petugas PLN yang sedang melakukan perbaikan jaringan listrik.
“Warga yang melintas justru mengira mereka merupakan petugas PLN yang tengah memperbaiki jaringan listrik. Ya warga diam saja. Kejadiannya Jumat, 4 September 2026 dini hari,” katanya.
Pencurian baru diketahui pada pagi harinya setelah seorang warga melihat trafo tersebut sudah tidak berada di tempatnya. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada PLN dan polisi.
“Ketahuannya paginya, ada warga lihat. Kok trafonya hilang. Akhirnya lapor pln, polisi juga,” papar pria yang telah memimpin Desa Tugurejo sejak 2014 ini.
Bagian dalam trafo turut menjadi sasaran pelaku. Kumparan dan lempengan komponen trafo dibongkar kemudian diambil.
Dari keterangan warga yang melihat kejadian tersebut, pelaku berjumlah lebih dari empat orang. Sebagian menjalankan aksi pembongkaran, sementara lainnya menunggu di dalam mobil.
“Lebih dari empat orang, lebih dari empat orang. Oh. Iya, karena membawa atau menurunkan trafo yang mungkin beratnya itu di atas, iya di atas 3 ton, itu enggak mungkin kalau cuma dua tiga orang jelas enggak mungkin itu,” tegasnya.
Polisi Periksa Saksi dan Lakukan Penyelidikan
Siswanto menyebut pencurian trafo tersebut merupakan kejadian pertama di wilayahnya. Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena aksi pencurian belakangan disebut marak terjadi di sejumlah wilayah.
“Artinya kita sekali lagi harus meningkatkan kewaspadaan. Hm-mm. Kita dari desa sendiri juga menghimbau kepada masyarakat kembali kita mengaktifkan kegiatan siskamling,” urainya.
Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo, menyatakan telah menerima laporan pencurian trafo yang berada di jalur nasional antara Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan trafo sudah tidak berada di lokasi. Namun, polisi menemukan bekas trafo yang diduga dilepas oleh terduga pelaku.
“Di sekitar ada bekas rangkaian trafo yang ditetel (dilepas) oleh terduga pelaku,” tegas mantan Kapolsek Sukorejo, Polres Ponorogo ini.
Menurut AKP Pitoyo, bagian yang diambil terduga pelaku merupakan isi di dalam trafo, seperti kumparan dan lempengan.
Polsek Slahung juga telah melakukan olah TKP bersama Satreskrim Polres Ponorogo setelah menerima laporan kehilangan trafo di Desa Tugurejo.
“Kami juga memeriksa saksi-saksi dari pihak masyarakat juga kita sudah minta keterangan, seperti itu.Sementara di situ, karena kita lakukan lidik. Kita juga koordinasi sama Polres juga untuk lakukan lidiknya,” pungkasnya


