Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rini Syarifah bersama pengurus serta Bacaleg saat menuju Kantor KPU Kabupaten Blitar diiringi dengan tari Barongsai.
(Sumber foto doc: Ati)
Informasi-Realita.net, BLITAR||
DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar mendaftarkan 50 nama Bacalegnya di KPU Kabupaten Blitar, Sabtu (13/05/2024).
Pendaftaran Bacaleg diiringi Barongsai, dimana barongsai diakui oleh negara sebagai tradisi masyarakat Tionghoa sejak pemerintahan Gus Dur.
Untuk pendaftaran Bacaleg Partai PKB dilakukan serentak seluruh DPC, DPW dan DPP se-Indonesia.
Usai selesai mendaftar KPU Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar Rini Syarifah memberikan sambutannya serta mengajak untuk saling bergandengan tangan dan berjuang bersama untuk maju dan sejahtera bersama.
“Angkat pena kalian lantangkan suara kalian, rangkul konstituen kalian waktunya Bumi Blitar menghijau Sejahtera, ayem tentrem loh jinawi raih kemenangan bersama, Kabupaten Blitar maju bersama sejahtera bersama PKB bangkit, solid, menang”, ujar Rini Syarifah yang juga menjabat sebagai Bupati wanita pertama Kabupaten Blitar ini dan diikuti seluruh Bacaleg.
Pihaknya juga mengatakan, untuk target bisa meraih 18 kursi parlemen serta keterwakilan perempuan sebesar 30 persen juga sudah terpenuhi sesuai dengan peraturan dari KPU.
Ia juga menambahkan, untuk mewujudkan Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin sebagai Presiden pada 2024 mendatang.
Sedangkan untuk Bacaleg sendiri Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa yang akrab disapa Mak Rini ini, sampaikan banyak para Bacaleg diisi dengan wajah – wajah baru.
Saat disinggung terkait mantan Wakil Bupati Blitar Marhaenis dan Putri nya yang anggota DPRD dari PDI Perjuangan, apakah masuk PKB, pihaknya mengiyakan dan ada kemungkinan mencalonkan dari PKB.
“Ada kemungkinan mencalonkan dari PKB, untuk berkas yang diserahkan ke KPU nanti kita lihat dulu hasilnya”, ujarnya.
Mengenai program dari partai yang saat ini menjadi penguasa di Kabupaten untuk bidang infrastruktur jalan yang banyak di protes masyarakat, Mak Rini jelaskan infrastruktur akan diperhatikan dan tentunya sesuai dengan kemampuan APBD.
“Jika kursi di DPRD kita banyak, InsyaAllah infrastruktur akan kita perhatikan, tentu dengan kemampuan APBD kita,” pungkasnya.
(Tim/Ati)

