Keterangan foto: Penyerahan Gunungan Wayang Kulit, oleh Kepala Desa Wonorejo kepada Dalang pada pagelaran wayang kulit. (Sumber foto doc : Ati)
Informasi-Realita.net, BLITAR||
Dalam rangka memperingati hari jadi dan puncak acara bersih desa, Pemerintah Desa Wonorejo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar melaksanakan pertunjukan wayang kulit, pada Senin (17/07) malam. Sebelum acara puncak, ada beberapa rangkaian kegiatan di Desa Wonorejo, diantaranya selamatan serentak masing-masing RT, dan doa bersama.
Turut hadir dalam puncak acara ini, Muspika Talun, Kepala Desa se-kecamatan dan juga beberapa tamu undangan, serta tokoh masyarakat, dan disaksikan juga ribuan warga desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Wonorejo Fendriana Anitasari, menyampaikan terima kasih, baik secara pribadi maupun atas nama Pemdes Wonorejo kepada seluruh warga masyarakat yang telah guyub rukun, dan bersatu padu membangun desa. Dan juga harapannya desa yang ia pimpin saat ini semakin maju, adem, ayem, tentram, dan gemah ripah loh jinawi.
“Berkat kerjasama yang luar biasa dari seluruh elemen masyarakat, status Desa Wonorejo semakin meningkat. Kita juga berhasil meraih berbagai macam prestasi. Dari tahun 2018 kita selalu mendapatkan prestasi-prestasi yang membanggakan, diawali pada 2017 kita menang pada lomba PKK, tahun 2018 menang lomba Desa tingkat Kecamatan dengan berhasil mendapatkan mobil operasional desa, lalu tahun 2019 mendapatkan gelar Desa Cerdas sampai 2020, tahun 2021 menjadi Desa Mandiri dan pada tahun 2023 kita menjadi Desa Berdaya,” jelasnya.
Pihaknya melanjutkan, bahwa dengan meningkatnya status sebagai desa berdaya merupakan desa yang bisa mempunyai ikon, di Desa Wonorejo ikon yang coba di angkat yakni Batik Ecoprint.
“Batik ecoprint ini produk yang terbatas dan merupakan produk dari warga desa kita sendiri. Seperti yang saya pakai ini berwarna alami, bukan warna buatan dan di hasilkan dari dedaunan. Kemudian hasil Batik Ecoprint inilah yang saya presentasikan kepada para analis pada waktu penilaian dan mendapat sambutan yang luar biasa”, jelasnya.
Kesempatan itu, kepala desa juga berpesan memasuki tahun politik, seluruh warga desa bisa tetap menjaga kondusifitas wilayah, kerukunan yang sudah terjalin jangan terpecah. Dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan meskipun punya pilihan yang berbeda.
“Saya sampaikan bahwa saat ini kita memasuki tahun politik, saya berharap walaupun kita berbeda pilihan satu sama lain diantara masyarakat, namun kita tetap satu. Jaga persaudaraan dan tetap kondusif. Semoga pada acara ini bisa menjadi doa dan harapan yang terbaik untuk desa tercinta”, pungkasnya.
(Ati)

