KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag, M.Hi : Tidak Mudah Terpancing Isu dan Bisa Mengambil Hikmah dari Tragedi Kanjuruhan 

Informasi-Realita.net,BLITAR||

Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, yang menelan korban jiwa 131 orang, akan terus menjadi kenangan pahit bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama di dunia sepak bola.

Semua masyarakat turut berduka atas tragedi Stadion Kanjuruhan. Tidak hanya warga Indonesia, tetapi seluruh insan sepak bola di dunia turut berbelasungkawa.

Tentu tidak hanya insan sepak bola menyoroti tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Para tokoh agama dan ulama pun turut serta memberikan perhatian. Salah satunya ulama dari Blitar KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag, M.Hi.

Menurutnya, tragedi Stadion Kanjuruhan Malang adalah duka kemanusiaan yang tidak boleh terulang kembali. Dirinya pun mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.

“Semoga korban diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,”kata dia pada Selasa (18/10/2022).

Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Hanan Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar ini melanjutkan, seluruh lapisan masyarakat bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Suporter di manapun bisa belajar pada kejadian Malang. Termasuk juga penyelenggara, aparat dan segenap pihak yang terlibat dalam pertandingan tersebut semuanya juga sudah dipersiapkan.

“Bukan saatnya kita saling menyalahkan. Bahwasanya itu adalah kehendak atau takdir dari Allah SWT dan tidak semua menginginkan adanya kejadian tersebut. Tetapi momen ini harus digunakan sebagai waktu yang tepat untuk introspeksi diri, memperbaiki diri masing-masing,”jelasnya.

KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag, M.Hi, pada kesempatan ini juga mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh berita yang tidak benar.Pihaknya yakin, pemerintah termasuk aparat kepolisian akan mengungkap kasus ini seterang-terangnya.

“Saya yakin pemerintah dan aparat kepolisian akan mengungkapkan kasus ini dengan seterang – terangnya. Dan kita harus tetap berhati dingin karena permasalahan sudah diserahkan kepada ahlinya,”paparnya.

Bahkan KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag, M.Hi. juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama saling mendo’akan dan sekali lagi jangan mudah terpancing atas berita dan isu-isu beredar, kejadian ini tidak terulang kembali.

“Yakni sebagai koreksi kepada diri sendiri, serta dengan meyakini bahwa kejadian itu adalah takdir dari Allah SWT dan Insyaallah masyarakat kita bisa berjalan dengan baik dan persepakbolaan Indonesia tetap mendapat kepercayaan dari masyarakat,serta tragedi itu tidak terulang kembali,”jelas dia.

(Ati/Hms/Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini