Informasi-Realita.Net,BANYUWANGI – Menjelang serangkaian siklus libur panjang yang diprediksi memicu lonjakan arus lalu lintas, Polresta Banyuwangi bergerak cepat mengambil langkah mitigasi strategis. Upaya ini dilakukan guna memastikan masyarakat maupun pelaku logistik tetap mendapatkan pelayanan optimal dan tidak terlantar di jalan akibat antrean panjang di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol dr. Rofiq Ripto Himawan, menegaskan bahwa langkah antisipasi harus dirumuskan sejak dini melalui penguatan sinergitas lintas sektoral. Menurutnya, pemetaan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta uji coba skema lapangan pada momentum libur pendek terdekat menjadi langkah penting sebelum menghadapi puncak mobilitas masyarakat pada akhir tahun maupun musim mudik mendatang.
“Fokus utama kita saat ini adalah mengoptimalkan kolaborasi, koordinasi, serta aksi nyata di lapangan. Kita sepakat untuk mengendorkan sekat-sekat birokrasi antar-instansi demi satu tujuan utama, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Kapolresta.
Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (Anev) bersama instansi terkait, kepadatan arus penyeberangan di Selat Bali selama ini kerap dipicu faktor cuaca. Kecepatan angin tinggi sering memaksa pelayaran dihentikan sementara demi keselamatan penumpang dan awak kapal. Kondisi tersebut juga diperparah berkurangnya armada operasional karena sejumlah kapal milik ASDP Indonesia Ferry menjalani perawatan rutin.
Sebagai langkah antisipatif, forum koordinasi menyepakati pentingnya penyiapan kapal pengganti lebih awal sebelum armada utama masuk masa perawatan. Strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi penumpukan kendaraan di area pelabuhan.
Dari sisi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), Polresta Banyuwangi juga menyoroti pentingnya penataan ulang buffer zone atau kantong parkir kendaraan.
Kapolresta menjelaskan, lokasi buffer zone di kawasan Bulusan dinilai kurang efektif karena menimbulkan persilangan arus kendaraan (crossing) yang berpotensi memperparah kemacetan, meningkatkan stres pengendara, hingga memicu kecelakaan lalu lintas.
“Ke depan, penempatan buffer zone akan kita geser jauh sebelum Pelabuhan Ketapang dan mengoptimalkan lajur utara ke selatan. Langkah ini dilakukan agar arus kendaraan lebih mengalir searah. Polresta Banyuwangi akan terus hadir membersamai masyarakat, memastikan keamanan lokasi parkir dari potensi tindak kejahatan, serta menjamin perjalanan warga tetap aman dan nyaman,” pungkasnya.



